Puskesmas Manutapen Kupang

Info Kesehatan

CEGAH STUNTING MELALUI POSYANDU Featured

Ditulis Oleh | Rabu, 28 Juli 2021 00:35
Beri Rating
(0 votes)
CEGAH STUNTING MELALUI POSYANDU

Stunting atau perawakan pendek pada anak merupakan masalah gizi kurang yang ditandai dengan panjang badan atau tinggi badan anak kurang dibandingkan dengan tinggi badan atau panjang badan anak normal di usianya, dengan nilai z-score kurang dari -2 standar deviasi. Penyebab utama masalah gizi ini antara lain konsumsi zat gizi yang tidak adekuat di mana zat gizi yang dikonsumsi kurang dari jumlah zat gizi yang dibutuhkan serta kejadian penyakit infeksi.

Data Riskesdas tahun 2013 sampai dengan tahun 2018 menunjukan angka prevalensi stunting di  Provinsi Nusa Tenggara Timur menduduki peringkat pertama di Indonesia. Prevalensi stunting di NTT pada tahun 2013 sebesar 51,7% dan mengalami penurunan pada tahun 2018 menjadi 42,6%.  Walupun terjadi penurunan, namun angka tersebut berada di atas angka nasional dan belum mencapai target Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional tahun 2015-2019 yakni sebesar 28% dan target SDGs yang telah ditetapkan yakni menurunkan angka stunting hingga 40% pada tahun 2025.

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat yang berarti diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat guna mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk menurunkan kematian ibu, bayi dan balita. Kegiatan utama yang dilakukan di posyandu antara lain Kesehatan ibu dan Anak, Imunisasi, Gizi, Keluarga Berencana dan Pendidikan Pola Hidup Sehat. Kegiatan gizi yang dimaksudkan antara lain pemantauan tumbuh kembang anak melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan bayi/balita setiap bulan, pendidikan/konseling gizi serta intervensi gizi bagi bayi/balita yang mengalami masalah gizi.

Sejatinya, tinggi badan atau panjang badan anak akan bertambah seiring dengan pertambahan usianya. Pertambahannya pun berbeda di setiap tahapan umur. Dengan melakukan pengukuran tinggi badan di posyandu, ibu akan mengetahui apakah anaknya mengalami gangguang pertumbuhan atau tidak melalui grafik pertumbuhan menurut umur. Jika anak mengalami masalah tumbuh kembang maka akan diberikan intervensi gizi sedini mungkin melalui konseling gizi atau pemberian makanan tambahan oleh petugas gizi di posyandu. Dengan demikian, masalah gizi yang dialami anak tidak menjadi berat dan tumbuh kembangnya dapat berjalan optimal sehingga kejadian stunting pada anak dapat dicegah. Oleh karena itu, penting bagi ibu membawa anaknya ke posyandu untuk dilakukan pengukuran berat dan tinggi/panjang badan guna memantau tumbuh kembang si kecil.

Dibaca 99 Kali
Agnes Rihi Leo

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.