Puskesmas Manutapen Kupang

Info Kesehatan

PELAYANAN IMUNISASI BAYI/BALITA DI PUSKESMAS MANUTAPEN Featured

Ditulis Oleh | Sabtu, 27 Maret 2021 02:48
Beri Rating
(1 Vote)
pelayanan imunisasi bayi/balita pelayanan imunisasi bayi/balita dok. Puskesmas manutapen

Bayi dan Balita merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit. Pada usia ini, kekebalan tubuh bayi dan balita belum sempurna. Imunisasi merupakan upaya yang paling efektif untuk memberikan kekebalan/imunitas spesifik terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) antara lain tuberculosis, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, polio dan Campak. Imunisasi adalah proses untuk membuat bayi/balita imun atau kebal terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut. Sejarah telah mencatat bahwa semenjak ditemukannya vaksin, jutaan anak di seluruh dunia dapat diselamatkan dari kematian akibat PD3I. Jika anak diimunisasi, secara tidak langsung akan turut memberikan kekebalan  atau perlindungan bagi kelompok usia lainnya sehingga bila dalam satu kelompok masyarakat muncul penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi maka penyakit tersebut tidak menyebar dengan cepat (Herd Immunity atau konsep kekebalan kelompok). Namun konsep Herd immunity dapat terbentuk jika cakupan  imunisasi pada bayi dan balita tinggi.  Cakupan imunisasi dapat dicapai jika adanya pertisipasi aktif dari orang tua untuk membaya bayi/balitanya ke fasilitas pelayanan kesehatan agar bayi/balitanya diimunisasi.

Setiap bayi (usia 0-11 bulan) wajib mendapatkan imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari 1 dosis Hepatitis B pada usia 0-7 hari, 1 dosis BCG pada usia 1 bulan, 3 dosis DPT-Hepatitis B yang diberikan berturut-turut pada usia 2-4 bulan, 4 dosis Polio yang diberikan berturut-turut dari usia 1-4 bulan, dan 1 dosis campak pada usia 9 bulan. Setelah itu, balita diberikan imunisasi lanjutan pada usia 18-24 bulan yaitu 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan campak/MR. Pemberian vaksin dapat disertai efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek samping yang timbul umumnya berupa demam ringan sampai tinggi, nyeri dan bengkak pada area bekas suntikan, dan agak rewel. Namun demikian, reaksi tersebut akan hilang dalam 3-4 hari. Bila anak mengalami KIPI seperti di atas, Anda dapat memberi kompres air hangat, dan obat penurun panas. Di samping itu, berikan ASI lebih sering. Bila kondisinya tidak membaik, segera bawa anak ke tempat pelayanan kesehatan untuk dapat dilkukan pemeriksaan.

Pelayanan imunisasi dapat diperoleh secara gratis di posyandu atau  puskesmas terdekat. Namun pada masa pandemi Covid-19 ini, Puskesmas Manutapen hanya memberikan pelayanan imunisasi di Puskesmas demi mencegah terjadinya penumpukan masa.

Dibaca 154 Kali Terakhir Diperbaharui Sabtu, 27 Maret 2021 02:56
Ferderika Lobo

administrator puskesmas manutapen.. jabatan kasubag Tata Usaha.

www.puskmtp.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.