Puskesmas Manutapen Kupang

Warta Puskesmas

Displaying items by tag: vaksinasi covid 19

Saat ini dunia sedang bergelut dengan covid-19. semakin hari terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif covid-19. Pada bulan Maret 2020 lalu pertama kali Presiden Joko Widodo  mengumumkan dua orang WNI terkonfirmasi positif yakni wanita berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Kasus pertama tersebut diduga karena adanya kontak dengan WN Jepang yang masuk ke Indonesia. Mulanya kasus ini dianggap sebagai imported cases yakni orang terkonfirmasi positif memiliki riwayat bepergian ke luar negeri atau adanya kontak dengan orang asing yang berasal dari Negara positif covid-19, namun saat ini penularan covid-19 bukan lagi termasuk imported case tetapi masuk dalam transmisi lokal. Ini berarti penularan covid-19 terjadi antar masyarakat dalam suatu wilayah, sehingga seseorang bisa terjangkit covid-19 tanpa harus bepergian ke luar negeri atau bertemu dengan orang asing di luar wilayahnya.

Setelah Presiden mengumumkan dua orang WNI pada Maret lalu, terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif. sampai saat ini tercatat 1.174.779 orang terkonfirmasi positif di Indonesia dan 8689 orang di NTT. Bagaimana dengan Kota Kupang? Jumlah orang terkonfirmasi covid-19 pada tanggal 22-23 Februari 2021 berturut-turut sebanyak 4013 dan  4041 orang. Jumlah yang meninggal akibat covid-19 di Kota Kupang pada tanggal 22 Februari 2021 sebanyak 97 orang sedangkan pada tanggal 23 Februari 2021 sebanyak 117 orang. Ini berarti terjadi penambahan kematian akibat covid 19 sebanyak 20 orang dalam sehari.

Pemerintah melakukan berbagai cara dalam mengendalikan penularan covid-19. Salah satunya dengan vaksinasi covid-19 yang sementara dilakukan tahap pertama pada tenaga kesehatan. Oleh karena itu, Puskesmas Manutapen ikut mengambil bagian dengan melakukan vaksinasi covid-19 bagi tenaga kesehatannya, baik tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Manutapen maupun tenaga kesehatan yang terdaftar sebagai penerima vaksin di Puskesmas Manutapen.  Vaksin covid-19 bermanfaat untuk memberikan perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.

Efek samping yang ditimbulkan beragam, pada umumnya ringan dan bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. efek samping ringan seperti demam dan nyeri otot atau ruam-ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu dimonitor.

Vaksin tidak 100% membuat kita kebal dari covid-19. namun, akan mengurangi dampak yang ditimbulkan jika kita tertular covid-19. untuk itu, meskipun sudah divaksin tetap untuk melakukan 3 M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Tak dapat dipungkiri, pasti ada juga yang meragukan kehalalan dan keamanan dari vaksin ini. Namun tak perlu kuatir karena  Komisi Fatwa MUI Pusat sudah menetapkan vaksin covid-19 produksi Sinovac Lifesience Co yang sertifikasinya diajukan oleh PT. Biofarma dinyatakan suci dan halal.

Pemerintah juga telah menyediakan vaksin covid-19 bagi lansia (berusia di atas 60 tahun). Untuk memudahkan proses pendaftaran lansia sebagai penerima vaksinasi covid-19 tahap kedua, kementerian kesehatan menyiapkan formulir pendaftaran online untuk 34 ibukota provinsi di Indonesia.

Bagi lanisa yang kesulitan mengisi formulir dapat meminta bantuan anggota keluarga atau melalui pengurus RT/RW.

Tetap terapkan protokol kesehatan 3 M dengan ketat: memakai masker dengan benar, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun dengan rutin agarr mendapatkan perlindungan yang optimal.

Tautan formulir resmi untuk pendaftaran vaksinasi covid-19 bagi lansia di Kupang: kupang.kemkes.go.id atau https://docs.google.com/.../1FAIpQLSez.../viewform

 

Mari jaga imun tubuh kita, keamanan selama beraktivitas, dan iman untuk kesehatan mental kita.

Jangan takut divaksin

Tetap terapkan 3M.