Puskesmas Manutapen Kupang

Pengelola Website

Ferderika Lobo

Ferderika Lobo

administrator puskesmas manutapen.. jabatan kasubag Tata Usaha.

Website URL: http://www.puskmtp.dinkes-kotakupang.web.id Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Bayi dan Balita merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit. Pada usia ini, kekebalan tubuh bayi dan balita belum sempurna. Imunisasi merupakan upaya yang paling efektif untuk memberikan kekebalan/imunitas spesifik terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) antara lain tuberculosis, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, polio dan Campak. Imunisasi adalah proses untuk membuat bayi/balita imun atau kebal terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut. Sejarah telah mencatat bahwa semenjak ditemukannya vaksin, jutaan anak di seluruh dunia dapat diselamatkan dari kematian akibat PD3I. Jika anak diimunisasi, secara tidak langsung akan turut memberikan kekebalan  atau perlindungan bagi kelompok usia lainnya sehingga bila dalam satu kelompok masyarakat muncul penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi maka penyakit tersebut tidak menyebar dengan cepat (Herd Immunity atau konsep kekebalan kelompok). Namun konsep Herd immunity dapat terbentuk jika cakupan  imunisasi pada bayi dan balita tinggi.  Cakupan imunisasi dapat dicapai jika adanya pertisipasi aktif dari orang tua untuk membaya bayi/balitanya ke fasilitas pelayanan kesehatan agar bayi/balitanya diimunisasi.

Setiap bayi (usia 0-11 bulan) wajib mendapatkan imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari 1 dosis Hepatitis B pada usia 0-7 hari, 1 dosis BCG pada usia 1 bulan, 3 dosis DPT-Hepatitis B yang diberikan berturut-turut pada usia 2-4 bulan, 4 dosis Polio yang diberikan berturut-turut dari usia 1-4 bulan, dan 1 dosis campak pada usia 9 bulan. Setelah itu, balita diberikan imunisasi lanjutan pada usia 18-24 bulan yaitu 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan campak/MR. Pemberian vaksin dapat disertai efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek samping yang timbul umumnya berupa demam ringan sampai tinggi, nyeri dan bengkak pada area bekas suntikan, dan agak rewel. Namun demikian, reaksi tersebut akan hilang dalam 3-4 hari. Bila anak mengalami KIPI seperti di atas, Anda dapat memberi kompres air hangat, dan obat penurun panas. Di samping itu, berikan ASI lebih sering. Bila kondisinya tidak membaik, segera bawa anak ke tempat pelayanan kesehatan untuk dapat dilkukan pemeriksaan.

Pelayanan imunisasi dapat diperoleh secara gratis di posyandu atau  puskesmas terdekat. Namun pada masa pandemi Covid-19 ini, Puskesmas Manutapen hanya memberikan pelayanan imunisasi di Puskesmas demi mencegah terjadinya penumpukan masa.

Antusias para lansia dan tenaga kesehatan dalam kegiatan vaksinasi covid - 19 di Puskesmas Manutapen pada hari selasa 16 Maret 2021.

 

Ayo para lansia yang belum divaksin untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan penularan covid-19 dengan melakukan vaksinasi covid -19 !!!!!

Bagi lansia yang ingin divaksin, langsung saja datang ke Puskesmas Manutapen dengan membawa KTP. Puskesmas Manutapen melayani vaksinasi covid - 19 bagi lansia setiap hari selasa dan kamis dari pukul 09.30 - 12.00 WITA.

 

LINDUNGI DIRI DAN KELUARGA DARI COVID-19 DENGAN VAKSINASI

JANGAN TAKUT DIVAKSIN

VAKSIN COVID-19 AMAN DAN HALAL

Kegiatan operasi timbang Puskesmas Manutapen rutin dilakukan setiap bulan. Kegiatan yang dilakukan dengan melakukan pengukuran antropometri anak antara lain pengukuran Tinggi Badan (TB)/Panjang Badan (PB), Berat Badan (BB), dan Lingkar Lengan Atas (LILA) anak.Tujuan dari pengukuran antropometri ini agar dapat diketahui perkembangan dan pertumbuhan anak, apakah anak menunjukan perubahan perkembangan dan pertumbuhan yang baik atau sebaliknya. Pertumbuhan yang baik ditunjukan apabila ukuran antropometri anak sesuai dengan standar ukuran antropometri anak normal di usianya. Jika tinggi badan anak kurang dari tinggi badan normal diusianya maka berisiko mengalami stunting (perawakan pendek), jika berat badan anak kurang dari berat badan normal anak di usianya maka anak mengalami gizi kurang (underweight), dan jika berat badan anak kurang menurut tinggi badannya maka anak mengalami kekurusan (wasting). Ini terjadi karena anak mendapatkan asupan zat gizi yang tidak adekuat. Zat gizi yang diperoleh dari makanan memiliki manfaat yang sangat besar bagi tumbuh kembang anak. Zat gizi memiliki fungsi memberikan energi, zat pembangun dan pengatur dalam tubuh. Jika  Kekurangan gizi terutama pada masa balita akan menyebabkan meningkatnya resiko infeksi dan kematian serta terganggunya pertumbuhan fisik dan mental. sedangkan jika anak mengalami kelebihan gizi maka meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif. Mengingat resiko kekurangan gizi yang begitu besar, maka pemantauan status gizi anak dengan pengukuran antropometri sangatlah penting agar dilakukan pencegahan yang tepat dan cepat sehingga kondisi anak tidak memburuk. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada Bapak/Mama untuk membawa anaknya dalam operasi timbang di Posyandu.

OPERASI TIMBANG DI PUSKESMAS MANUTAPEN

Selasa, 09 Maret 2021 02:42
JADWAL VAKSINASI COVID-19 PADA LANSIA
 
Kelompok usia lanjut (lansia) merupakan kelompok umur yang paling rentan terhadap virus corona. Adanya penyakit penyerta dan kondisi fisik yang mulai melemah membuat lansia lebih sulit melawan infeksi termasuk covid-19. oleh karena itu kelompok ini menjadi prioritas untuk menerima vaksin ini.
Berdasarkan uji klinis yang telah dilakukan, vaksin covid 19 yang saat ini digunakan terbukti aman bagi lansia. Memang ada efek samping, namun bersifat ringan dan sedang. efek samping paling banyak dirasakan adalah adanya nyeri di daerah suntikan. umumnya efek samping yang ditimbulkan dapat ditangani dan akan menghilang.
Walaupun sudah divaksin, lansia wajib mematuhi protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak....
 
Jangan takut divaksin.........

JADWAL VAKSINASI COVID - 19 PADA LANSIA

Selasa, 09 Maret 2021 02:25

Sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu serta melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas maka pelayanan antenatal yang berkualitas merupakan bagian yang sangat penting dan memberikan konstribusi yang sangat besar. Seharusnya selama kehamilan ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standard termasuk deteksi kemungkinan adanya penyakit atau penyulit yang diderita ibu yang berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janinnya. Beberapa penyakit yang harus dideteksi selama kehamilan adalah HIV, sifilis dan Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya. Bila ibu terinfeksi sifilis tidak diobati dengan dekuat, maka 67% kehamilan akan berakhir dengan abortus, lahir mati atau sifilis kongenital. Sifilis sebagaimana IMS lainnya, meningkatkan penularan HIV sebesar 3-5 kali. Oleh karena itu penting untuk dilakukan Pencegahan Penularan Ibu ke Anak secara terintegrasi melalui pelayanan antenatal terpadu. Puskesmas Manutapen turut mengambil bagian dalam mensukseskan PPIA. Puskesmas Manutapen secara aktif melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya penyakit penyulit pada ibu hamil walaupun dalam masa pandemi.

Kegiatan PPIA di Puskesmas Manutapen

Senin, 08 Maret 2021 00:55

YUK BERI VITAMIN A UNTUK ANAK........

Suplementasi Vitamin A di Masa Pandemi

Sabtu, 27 Februari 2021 02:14

Saat ini dunia sedang bergelut dengan covid-19. semakin hari terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif covid-19. Pada bulan Maret 2020 lalu pertama kali Presiden Joko Widodo  mengumumkan dua orang WNI terkonfirmasi positif yakni wanita berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Kasus pertama tersebut diduga karena adanya kontak dengan WN Jepang yang masuk ke Indonesia. Mulanya kasus ini dianggap sebagai imported cases yakni orang terkonfirmasi positif memiliki riwayat bepergian ke luar negeri atau adanya kontak dengan orang asing yang berasal dari Negara positif covid-19, namun saat ini penularan covid-19 bukan lagi termasuk imported case tetapi masuk dalam transmisi lokal. Ini berarti penularan covid-19 terjadi antar masyarakat dalam suatu wilayah, sehingga seseorang bisa terjangkit covid-19 tanpa harus bepergian ke luar negeri atau bertemu dengan orang asing di luar wilayahnya.

Setelah Presiden mengumumkan dua orang WNI pada Maret lalu, terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif. sampai saat ini tercatat 1.174.779 orang terkonfirmasi positif di Indonesia dan 8689 orang di NTT. Bagaimana dengan Kota Kupang? Jumlah orang terkonfirmasi covid-19 pada tanggal 22-23 Februari 2021 berturut-turut sebanyak 4013 dan  4041 orang. Jumlah yang meninggal akibat covid-19 di Kota Kupang pada tanggal 22 Februari 2021 sebanyak 97 orang sedangkan pada tanggal 23 Februari 2021 sebanyak 117 orang. Ini berarti terjadi penambahan kematian akibat covid 19 sebanyak 20 orang dalam sehari.

Pemerintah melakukan berbagai cara dalam mengendalikan penularan covid-19. Salah satunya dengan vaksinasi covid-19 yang sementara dilakukan tahap pertama pada tenaga kesehatan. Oleh karena itu, Puskesmas Manutapen ikut mengambil bagian dengan melakukan vaksinasi covid-19 bagi tenaga kesehatannya, baik tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Manutapen maupun tenaga kesehatan yang terdaftar sebagai penerima vaksin di Puskesmas Manutapen.  Vaksin covid-19 bermanfaat untuk memberikan perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.

Efek samping yang ditimbulkan beragam, pada umumnya ringan dan bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. efek samping ringan seperti demam dan nyeri otot atau ruam-ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu dimonitor.

Vaksin tidak 100% membuat kita kebal dari covid-19. namun, akan mengurangi dampak yang ditimbulkan jika kita tertular covid-19. untuk itu, meskipun sudah divaksin tetap untuk melakukan 3 M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Tak dapat dipungkiri, pasti ada juga yang meragukan kehalalan dan keamanan dari vaksin ini. Namun tak perlu kuatir karena  Komisi Fatwa MUI Pusat sudah menetapkan vaksin covid-19 produksi Sinovac Lifesience Co yang sertifikasinya diajukan oleh PT. Biofarma dinyatakan suci dan halal.

Pemerintah juga telah menyediakan vaksin covid-19 bagi lansia (berusia di atas 60 tahun). Untuk memudahkan proses pendaftaran lansia sebagai penerima vaksinasi covid-19 tahap kedua, kementerian kesehatan menyiapkan formulir pendaftaran online untuk 34 ibukota provinsi di Indonesia.

Bagi lanisa yang kesulitan mengisi formulir dapat meminta bantuan anggota keluarga atau melalui pengurus RT/RW.

Tetap terapkan protokol kesehatan 3 M dengan ketat: memakai masker dengan benar, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun dengan rutin agarr mendapatkan perlindungan yang optimal.

Tautan formulir resmi untuk pendaftaran vaksinasi covid-19 bagi lansia di Kupang: kupang.kemkes.go.id atau https://docs.google.com/.../1FAIpQLSez.../viewform

 

Mari jaga imun tubuh kita, keamanan selama beraktivitas, dan iman untuk kesehatan mental kita.

Jangan takut divaksin

Tetap terapkan 3M.

VAKSINASI COVID-19 di PUSKESMAS MANUTAPEN

Rabu, 24 Februari 2021 01:46

Pandemi Covid-19 telah menyita perhatian masyarakat di seluruh dunia, bahkan Indonesia. Secara langsung wabah Covid-19 mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya. Meskipun di tengah pandemi, para orang tua tentunya menginginkan anaknya tetap dalam keadaan sehat dan tumbuh dengan baik.

Pemberian suplementasi vitamin adalah salah satu upaya untuk menjaga anak dalam keadaan sehat. Bulan Agustus adalah Bulan Vitamin A, dimana pada bulan ini anak mendapatkan suplementasi vitamin A dan dalam setahun diberikan 2 kali pada bulan Februari dan Agustus. Mengapa vitamin A sangat penting sampai ada bulan khusus untuk pemberiannya?Bahkan, pada masa pandemi ini jangan sampai terabaikan.

Vitamin A/retinol memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh anak. Vitamin A terlibat dalam pembentukan, produksi, dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit, antibodi serta integritas sel epitel pelapis tubuh. Selain itu, vitamin A dapat mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan serta mencegah anemia pada ibu nifas. Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak menjadi rentan terkena penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas, campak dan diare. Kekurangan vitamin A pada ibu hamil juga berisiko meningkatkan kebutaan. Oleh sebab itu WHO berserta UNICEF bekerja sama dengan The Micronutrient Initiative mengkampanyekan “The Vitamin A Global Initiative” yang salah satunya dengan pemberian suplementasi vitamin A dosis tinggi 2 kali dalam satu tahun kepada kelompok-kelompok masyarakat yang rentan mengalami kekurangan       vitamin A. Vitamin A tidak bisa dibuat oleh tubuh, jadi harus dipenuhi dari luar, yaitu melalui makanan atau dengan suplementasi vitamin A. Maka dari itu, pandemi Covid-19 bukan halangan bagi orang tua untuk tetap  memberikan suplementasi vitamin A pada anak.

Terkait dengan dosisnya, kapsul biru (dosis 100.000 IU) untuk bayi umur 6 – 11 bulan. Sementara, kapsul merah (dosis 200.000 IU) untuk anak umur 12 – 59 bulan. Bagi ibu yang baru saja melahirkan, vitamin A dalam bentuk kapsul merah juga dapat diberikan kepada ibu nifas. Kapsul vitamin A bisa didapatkan di semua fasilitas pelayanan kesehatan dan posyandu secara gratis.

Keindahan alam semesta kita rasakan dengan indra mata kita. Tidak terbayangkan gelapnya dunia tanpa sempurnanya fungsi mata kita, sehingga menjaga kesehatan mata menjadi kewajiban kita semua sejak masa balita. Salah satu unsur zat gizi yang sangat diperlukan dalam rangka menjaga kesehatan mata adalah vitamin A, terutama untuk para Balita. Jadi tunggu apa lagi segera bawa BALITA Anda ke Posyandu / Puskesmas / RS terdekat untuk mendapatkan kapsul Vitamin A karena bulan Agustus adalah bulannya pemberian Vitamin A.

Dalam rangka upaya pencegahan penularan Virus Corona di Kelurahan Mantasi, maka pihak kelurahan bekerjasama dengan pihak Promkes  Puskesmas Manutapen, melaksanakan kegiatan pembagian masker kain gratis kepada seluruh  masyarakat  di wilayah kelurahan Mantasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2020, yang melibatkan Promkes Puskemas Manutapen, Bapak Lurah Mantasi, Babinsa Kelurahan, serta Ketua RT 01-08 di kelurahan Mantasi. Warga masyarakat sangat antusias akan kegiatan ini.

Halaman 1 dari 2