Puskesmas Manutapen Kupang

Pengelola Website

Displaying items by tag: Puskesmas Manutapen

Kegiatan operasi timbang Puskesmas Manutapen rutin dilakukan setiap bulan. Kegiatan yang dilakukan dengan melakukan pengukuran antropometri anak antara lain pengukuran Tinggi Badan (TB)/Panjang Badan (PB), Berat Badan (BB), dan Lingkar Lengan Atas (LILA) anak.Tujuan dari pengukuran antropometri ini agar dapat diketahui perkembangan dan pertumbuhan anak, apakah anak menunjukan perubahan perkembangan dan pertumbuhan yang baik atau sebaliknya. Pertumbuhan yang baik ditunjukan apabila ukuran antropometri anak sesuai dengan standar ukuran antropometri anak normal di usianya. Jika tinggi badan anak kurang dari tinggi badan normal diusianya maka berisiko mengalami stunting (perawakan pendek), jika berat badan anak kurang dari berat badan normal anak di usianya maka anak mengalami gizi kurang (underweight), dan jika berat badan anak kurang menurut tinggi badannya maka anak mengalami kekurusan (wasting). Ini terjadi karena anak mendapatkan asupan zat gizi yang tidak adekuat. Zat gizi yang diperoleh dari makanan memiliki manfaat yang sangat besar bagi tumbuh kembang anak. Zat gizi memiliki fungsi memberikan energi, zat pembangun dan pengatur dalam tubuh. Jika  Kekurangan gizi terutama pada masa balita akan menyebabkan meningkatnya resiko infeksi dan kematian serta terganggunya pertumbuhan fisik dan mental. sedangkan jika anak mengalami kelebihan gizi maka meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif. Mengingat resiko kekurangan gizi yang begitu besar, maka pemantauan status gizi anak dengan pengukuran antropometri sangatlah penting agar dilakukan pencegahan yang tepat dan cepat sehingga kondisi anak tidak memburuk. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada Bapak/Mama untuk membawa anaknya dalam operasi timbang di Posyandu.

JADWAL VAKSINASI COVID-19 PADA LANSIA
 
Kelompok usia lanjut (lansia) merupakan kelompok umur yang paling rentan terhadap virus corona. Adanya penyakit penyerta dan kondisi fisik yang mulai melemah membuat lansia lebih sulit melawan infeksi termasuk covid-19. oleh karena itu kelompok ini menjadi prioritas untuk menerima vaksin ini.
Berdasarkan uji klinis yang telah dilakukan, vaksin covid 19 yang saat ini digunakan terbukti aman bagi lansia. Memang ada efek samping, namun bersifat ringan dan sedang. efek samping paling banyak dirasakan adalah adanya nyeri di daerah suntikan. umumnya efek samping yang ditimbulkan dapat ditangani dan akan menghilang.
Walaupun sudah divaksin, lansia wajib mematuhi protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak....
 
Jangan takut divaksin.........

Sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu serta melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas maka pelayanan antenatal yang berkualitas merupakan bagian yang sangat penting dan memberikan konstribusi yang sangat besar. Seharusnya selama kehamilan ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standard termasuk deteksi kemungkinan adanya penyakit atau penyulit yang diderita ibu yang berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janinnya. Beberapa penyakit yang harus dideteksi selama kehamilan adalah HIV, sifilis dan Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya. Bila ibu terinfeksi sifilis tidak diobati dengan dekuat, maka 67% kehamilan akan berakhir dengan abortus, lahir mati atau sifilis kongenital. Sifilis sebagaimana IMS lainnya, meningkatkan penularan HIV sebesar 3-5 kali. Oleh karena itu penting untuk dilakukan Pencegahan Penularan Ibu ke Anak secara terintegrasi melalui pelayanan antenatal terpadu. Puskesmas Manutapen turut mengambil bagian dalam mensukseskan PPIA. Puskesmas Manutapen secara aktif melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya penyakit penyulit pada ibu hamil walaupun dalam masa pandemi.